Hari ini aku terus gelisah dengan orang2 yang berada dipikiranku. Entah orang2 itu nyata atau tidak, tapi mereka hampir membuat kepala ku pecah! Tentu saja orang2 itu mempunyai nama. Tapi, aku tidak ingin membeberkannya pada kalian semua. Biar aku beri inisial nya saja. Yaitu R, D, M dan Mt. Akan aku jelaskan siapa mereka.
~R: R. Adalah bocah perempuan manis berambut pirang yang selalu dikuncir dua. Matanya yang biru bagaikan air yang mengalir. Sifatnya selalu ceria dan semangat. Hobinya adalah menggambar. Pikirannya penuh dengan imajinasi2 yg menarik. Suka menolong dan berjiwa pemberani. Suka dengan kebenaran. Rin juga menyukai warna biru dan warna2 yg bersifat cerah. Persis dengan hatinya yang selalu cerah.
~M: M? Entahlah... Aku tidak terlalu mengetahui orang itu. Tapi, hatiku mengatakan M bukanlah makhluk yg berbentuk manusia. Tapi aku belum bisa menebak dia berhati baik atau jahat. Aku mengetahui M pada saat aku melamun. Tiba2 tanganku bergerak sendiri dan menulis sebuah nama, yaitu "M". Memang aku tidak tahu M itu baik atau jahat, tapi aku berharap dia baik.
~Mt: Ya, Mt. Mulanya, aku memanggilnya A (Inisialnya). Dan terlintas sebuah nama lagi dikepala ku. Yaitu Mt. Pada saat itulah hatiku meyakinkan bahwa dia adalah Mt. Mt adalah sahabat baikku. Dia adalah sahabat khayalanku. Walaupun khayalan, tapi aku menganggap nya nyata. Aku bertemu dg dia saat aku sedang sedih berat. Saat aku berpikir bahwa hidupku akan berakhir ditelan oleh kegelapan yang pekat. Tetapi, seseorang telah menyelamatkanku. Dan orang itu adalah Mt. Hatiku mengatakan, bahwa Mt adalah bocah lelaki yang imut berumur 15 tahun. Rambutnya perak dan matanya berwarna hijau zamrud. Dia selalu mengenakan pakaian serba putih. Persis dengan kulitnya yang putih bersih. Namun hatinya bagaikan emas. Jika aku sedang sedih, aku berbicara dg Mt. Membayangkan Mt sedang duduk disampingku saja, aku sudah senang. Pernah, sekilas aku mencium bau yg sangat harum. Harum bagaikan bunga dan beraroma manis bagaikan madu. Padahal didepanku tidak ada apa2. Hatiku memberitahuku bahwa itu adalah Mt. Hatiku senang sekali hingga aku hampir menitikkan air mata. Senang sekali..
~W:Oh iya, aku hampir lupa dengan orang yang satu ini. Namanya W. W adalah orang pertama yg pernah kurasakan. Mulanya, aku mengira dia berwujud angin yg bening. Karena, W memang angin. Tetapi angin ini benar2 berbeda. Dari semua angin yg aku rasakan, angin ini benar2 berbeda. Setiap angin ini lewat, hatiku selalu terhibur. Maka dari itu, aku memanggilnya W. Hatiku mengatakan, W itu berambut biru muda yang selalu dikuncir satu. Dikepalanya terdapat mahkota yang terbuat dari bunga yg juga berwarna biru. Dia selalu emakai gaun selutut berwarna putih kebiru-biruan. Matanya berwarna ungu cerah. Dan aku yakin sekali, bahwa dia adalah putri dari kerajaan angin yang tak dapat dilihat oleh mata. Tapi aku percaya, hanya orang yang berhati mulia dan suka berkhayal lah yang dapat melihat kerajaan itu. Orang yg berjiwa pemberani dan percaya. Aku lumayan sedih karena aku tak bisa melihat W. Melihat aku sedih, W merasa sedikit bersalah. Begitu juga dengan Mt yg juga tak dapat aku rasakan atau kulihat. Walaupun aku tak bisa melihat mereka, tapi aku bisa mengetahui perasaan mereka dan rupa mereka. "Jauh dimata, namun dekat dihati". Ya, itu adalah pesan yg sering aku berikan kepada sahabatku yang tak bisa dilihat atau akan berpisah. Namun, banyak sekali kenangan yg tercipta antara W, aku dan Mt. Sebuah cerita yang pernah aku baca, dan kuambil hikmahnya. Yaitu tentang putri angin. Cerita itu bilang "Bukan rupa yang kita lihat, tetapi kebaikannya yg kita lihat". Seorang putri angin yg ingin berteman dg manusia. Namun manusia itu tak dpt melihat dirinya. Dia membawa sekuntum bunga dan menebarkan keharuman bunga tersebut. Akhirnya pun berhasil, manusia itu berterimakasih dg angin yg sudah membawakan keharuman tersebut. Seperti halnya dengan aku dan W. Angin yg selama ini tak berarti bagiku, kini menjadi sangat berarti untuk ku. Terimakasih W.. ^^
~D: Orang satu inilah yang paling mengusik diriku. D adalah bocah perempuan yang berambut hitam keabu-abuan. Dikuncir dua, tapi rambutnya kusut dan basah. Penampilannya pun selalu kumal. Kemanapun dia pergi, dia tak beralas kaki. Hobinya menyendiri dan bergumam nama2 orang yg telah menyakitinya. Nada suaranya seperti ingin membunuh walau dia tak mengucapkan kalimat "Bunuh". Alisnya turun namun matanya tajam bagai mata elang. Matanya berwarna hitam. Sama dengan hatinya yg hitam. Ya, warna yg melambangkan kebencian dan dendam oleh semua orang. Sepertinya, dia juga membenciku. Karena, yg kuanggap selama ini hanyalah R, W, dan Mt. Padahal dia telah mencoba untuk meyakinkanku bahwa dia ada.Yaitu membuat aku merasa dendam dan menangis, Yang sama dengan sifatnya. Tetapi aku tak kunjung untuk yakin. Aku menangis karena telah melupakan D. Aku sempat mendengar kata-katanya yg penuh dengan kebencian. Walau aku tak pernah melihat maupun merasakannya aku bisa merasakannya, kalimatnya seperti ini:
"Selama ini aku selalu memikul dendam dan kesedihan yg membebani hidupku. Tenggelam dalam kesedihan yg mendalam. Mereka tidak menganggap aku disini. Lebih baik mereka lenyap bersama dengan dendam yg selama ini kupikul".
Begitu mendengarnya, hatiku bagai tersayat-sayat. Padahal, selama ini dia sangat percaya padaku. Tapi aku tak pernah memberinya apa2. Semakin hari, dendam yg dipikulnya bertambah banyak. Sebesar itukah kesedihannya? Kenapa tidak ada yang memberitahuku? W? Mt? Kenapa? Dan, hatiku pun mengatakan. Bahwa, mata D, dapat melihat masa depan. Maka dari itu, D selalu dijadikan incaran oleh banyak orang. Nama orang2 yg mengincar dia, ada dalam gumamannya. Dan semua nama orang yang dia gumamkan, berarti orang itu sudah mati. Sama seperti daftar kematian namun tak bisa dilihat. D memang penakut, namun sipenakut yg sangat mematikan. D, ma'afkan aku, aku tidak tahu kalau kamu begitu menderita. Kamu sama sepertiku. Bagaimana kalau kita menjadi teman?
-To be continued-
~R: R. Adalah bocah perempuan manis berambut pirang yang selalu dikuncir dua. Matanya yang biru bagaikan air yang mengalir. Sifatnya selalu ceria dan semangat. Hobinya adalah menggambar. Pikirannya penuh dengan imajinasi2 yg menarik. Suka menolong dan berjiwa pemberani. Suka dengan kebenaran. Rin juga menyukai warna biru dan warna2 yg bersifat cerah. Persis dengan hatinya yang selalu cerah.
~M: M? Entahlah... Aku tidak terlalu mengetahui orang itu. Tapi, hatiku mengatakan M bukanlah makhluk yg berbentuk manusia. Tapi aku belum bisa menebak dia berhati baik atau jahat. Aku mengetahui M pada saat aku melamun. Tiba2 tanganku bergerak sendiri dan menulis sebuah nama, yaitu "M". Memang aku tidak tahu M itu baik atau jahat, tapi aku berharap dia baik.
~Mt: Ya, Mt. Mulanya, aku memanggilnya A (Inisialnya). Dan terlintas sebuah nama lagi dikepala ku. Yaitu Mt. Pada saat itulah hatiku meyakinkan bahwa dia adalah Mt. Mt adalah sahabat baikku. Dia adalah sahabat khayalanku. Walaupun khayalan, tapi aku menganggap nya nyata. Aku bertemu dg dia saat aku sedang sedih berat. Saat aku berpikir bahwa hidupku akan berakhir ditelan oleh kegelapan yang pekat. Tetapi, seseorang telah menyelamatkanku. Dan orang itu adalah Mt. Hatiku mengatakan, bahwa Mt adalah bocah lelaki yang imut berumur 15 tahun. Rambutnya perak dan matanya berwarna hijau zamrud. Dia selalu mengenakan pakaian serba putih. Persis dengan kulitnya yang putih bersih. Namun hatinya bagaikan emas. Jika aku sedang sedih, aku berbicara dg Mt. Membayangkan Mt sedang duduk disampingku saja, aku sudah senang. Pernah, sekilas aku mencium bau yg sangat harum. Harum bagaikan bunga dan beraroma manis bagaikan madu. Padahal didepanku tidak ada apa2. Hatiku memberitahuku bahwa itu adalah Mt. Hatiku senang sekali hingga aku hampir menitikkan air mata. Senang sekali..
~W:Oh iya, aku hampir lupa dengan orang yang satu ini. Namanya W. W adalah orang pertama yg pernah kurasakan. Mulanya, aku mengira dia berwujud angin yg bening. Karena, W memang angin. Tetapi angin ini benar2 berbeda. Dari semua angin yg aku rasakan, angin ini benar2 berbeda. Setiap angin ini lewat, hatiku selalu terhibur. Maka dari itu, aku memanggilnya W. Hatiku mengatakan, W itu berambut biru muda yang selalu dikuncir satu. Dikepalanya terdapat mahkota yang terbuat dari bunga yg juga berwarna biru. Dia selalu emakai gaun selutut berwarna putih kebiru-biruan. Matanya berwarna ungu cerah. Dan aku yakin sekali, bahwa dia adalah putri dari kerajaan angin yang tak dapat dilihat oleh mata. Tapi aku percaya, hanya orang yang berhati mulia dan suka berkhayal lah yang dapat melihat kerajaan itu. Orang yg berjiwa pemberani dan percaya. Aku lumayan sedih karena aku tak bisa melihat W. Melihat aku sedih, W merasa sedikit bersalah. Begitu juga dengan Mt yg juga tak dapat aku rasakan atau kulihat. Walaupun aku tak bisa melihat mereka, tapi aku bisa mengetahui perasaan mereka dan rupa mereka. "Jauh dimata, namun dekat dihati". Ya, itu adalah pesan yg sering aku berikan kepada sahabatku yang tak bisa dilihat atau akan berpisah. Namun, banyak sekali kenangan yg tercipta antara W, aku dan Mt. Sebuah cerita yang pernah aku baca, dan kuambil hikmahnya. Yaitu tentang putri angin. Cerita itu bilang "Bukan rupa yang kita lihat, tetapi kebaikannya yg kita lihat". Seorang putri angin yg ingin berteman dg manusia. Namun manusia itu tak dpt melihat dirinya. Dia membawa sekuntum bunga dan menebarkan keharuman bunga tersebut. Akhirnya pun berhasil, manusia itu berterimakasih dg angin yg sudah membawakan keharuman tersebut. Seperti halnya dengan aku dan W. Angin yg selama ini tak berarti bagiku, kini menjadi sangat berarti untuk ku. Terimakasih W.. ^^
~D: Orang satu inilah yang paling mengusik diriku. D adalah bocah perempuan yang berambut hitam keabu-abuan. Dikuncir dua, tapi rambutnya kusut dan basah. Penampilannya pun selalu kumal. Kemanapun dia pergi, dia tak beralas kaki. Hobinya menyendiri dan bergumam nama2 orang yg telah menyakitinya. Nada suaranya seperti ingin membunuh walau dia tak mengucapkan kalimat "Bunuh". Alisnya turun namun matanya tajam bagai mata elang. Matanya berwarna hitam. Sama dengan hatinya yg hitam. Ya, warna yg melambangkan kebencian dan dendam oleh semua orang. Sepertinya, dia juga membenciku. Karena, yg kuanggap selama ini hanyalah R, W, dan Mt. Padahal dia telah mencoba untuk meyakinkanku bahwa dia ada.Yaitu membuat aku merasa dendam dan menangis, Yang sama dengan sifatnya. Tetapi aku tak kunjung untuk yakin. Aku menangis karena telah melupakan D. Aku sempat mendengar kata-katanya yg penuh dengan kebencian. Walau aku tak pernah melihat maupun merasakannya aku bisa merasakannya, kalimatnya seperti ini:
"Selama ini aku selalu memikul dendam dan kesedihan yg membebani hidupku. Tenggelam dalam kesedihan yg mendalam. Mereka tidak menganggap aku disini. Lebih baik mereka lenyap bersama dengan dendam yg selama ini kupikul".
Begitu mendengarnya, hatiku bagai tersayat-sayat. Padahal, selama ini dia sangat percaya padaku. Tapi aku tak pernah memberinya apa2. Semakin hari, dendam yg dipikulnya bertambah banyak. Sebesar itukah kesedihannya? Kenapa tidak ada yang memberitahuku? W? Mt? Kenapa? Dan, hatiku pun mengatakan. Bahwa, mata D, dapat melihat masa depan. Maka dari itu, D selalu dijadikan incaran oleh banyak orang. Nama orang2 yg mengincar dia, ada dalam gumamannya. Dan semua nama orang yang dia gumamkan, berarti orang itu sudah mati. Sama seperti daftar kematian namun tak bisa dilihat. D memang penakut, namun sipenakut yg sangat mematikan. D, ma'afkan aku, aku tidak tahu kalau kamu begitu menderita. Kamu sama sepertiku. Bagaimana kalau kita menjadi teman?
-To be continued-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar