GANTENGNYA PACAR KU

GANTENGNYA PACAR KU
Noctis kue Lupisss

Senin, 28 Desember 2009

About Lavi vs Hime

Haduh Himee...... Emm.... Kalo tentang Lavi phe es Hime tuh yg menang.... Aku juga kagak tau nih. Gimana kalo seri aja?

Yah, Lavi tu enggak sejahat yg kamu kira. Dia tuh juga punya masa lalu yg kelam. Gini loh ceritanya.

Waktu kecil itu dia lahir sebagai Bookman Clan. Dia sudah jadi Bookman sejak umur 11 tahun (mungkin). Bookman adalah orang yg mencatat semua kejadian bersejarah yg ada dibumi. 

Tetapi....

Semua yg dicatatnya hanya perang semua. Kekerasan, siksaan, dia hanya melihat keserakahan manusia yg ingin menguasai bumi. Dia lebih menderita dari pada kamu Hime. 

"Manusia hanyalah makhluk bodoh yg terus mempertahankan peperangan"

Pikir Lavi. Sejak saat itulah dia tak mau berteman dengan manusia. Dia sudah tak mempercayai makhluk yg bernama "Manusia".

Dan juga, orang yg sebagai Bookman itu tidak boleh menjalin hubungan teman atau cinta. Agar tak mengganggu pekerjaannya, seorang Bookman juga tidak boleh mempunyai hati dan perasaan untuk mencintai. 

Hatinya pun sudah dia buang jauh2. Lavi itu adalah nama samarannya yg ke- 42. Nama aslinya aku tak tahu. Kamu tau? Semua senyum yg dia buat selama ini hanyalah senyum palsu. Agar kamu tak berprasangka buruk dengannya. Walau diwajahnya dia sangat semangat dan periang namun hatinya menderita. Dia menyimpan semua kejadian yg kelam. Yg membebani hatinya.

Dan takkan ada seseorang pun yg akan mengerti....

Memang sih sifatnya itu periang dan selalu semangat. Moodmaker bagi teman2nya. Tapi terkadang dia ingin menangis. 

Tapi, sekarang, dia mulai melupakan itu semua. Dia mulai melupakan bahwa manusia itu jahat, dan mulai melupakan peraturan Bookman. Karena dia sudah menemukan sesuatu yg berharga baginya. Yaitu....

KITA

Ya, cinta kita mengalahkan kegelapan dihatinya. Kehadiran kita mengajarkan cinta padanya. Sedikit demi sedikit, Lavi mulai melangkah ke dalam cahaya dan berjalan di jalannya sendiri. Walaupun rasa bersalah menghantui pikirannya, karena dia sudah berjanji pada kakeknya dia ingin menjadi Bookman sepertinya. Tapi ternyata dia tak bisa. Dia ingin menjadi dirinya sendiri. Yah, bisa saja disebut dia mengerjakan keduanya. Sebagai dirinya dan sebagai Bookman. Tapi dia bingung mana yg harus dia pilih? Keduanya sama2 menyenangkan. Keduanya sama2 dirinya.

Tapi, cinta kita membuatnya senang sekaligus juga membuatnya sakit. Di dalam hatinya, ada sesuatu yg menolak cinta kita. Itu sudah menurun dari darah Bookman Clan. Bookman memang ada hanya untuk mencatat sejarah dunia. Bukan sebagai makhluk sosial seperti manusia lainnya. Bookman itu berbeda. Itu sebabnya, setiap dia memikirkan cinta, hatinya selalu terasa sesak. Seperti ditusuk oleh jarum panas. Tapi dia tahan... Dia tak ingin seseorang mengetahui ini. Ntah kenapa...

YAK!!! CUMA ITU YG AKU TAHU TENTANG LAVI BOOKMAN JUNIOR!!!!

Sekarang mengenai kekuatan Lavi, tentang BIG HAMMER nya itu loch! 

Jika dia mengaktifkan Big Hammernya atau B. Jepangnya "Odzuchi Kodzuchi". Aneh ya?

Dia bisa memanjangkan atau membesarkan palunya semau yg dia inginkan. Untuk membesarkan, dia bilang "Man". Kalo panjang dia bilang "Shin". Dan of course yg bisa memegang benda itu cuma Lavi seorang. Berat tau palunya! Berat banget! Tapi bagi Lavi malah sebaliknya. 

Yak, jurus2nya aku cuma tau sedikit.

Yaitu "Hiban" ular api.

"Mokuban". Aku kuranh hafal tulisannya. Jadi aku awur aja. Mokuban itu kekuatan yg memperbolehkan Lavi untuk mengontrol alam sesuai perintahnya. Enak ya?

Truuss... Aku g tau 1 nya lagi. Pokoknya itu manggil petir.

Dan maassiihh banyak lagi kekuatan Lavi yg belum dia keluarin. Banyak loo...

Dan juga gerakan tubuhnya yg HAP-HIP-HOP.

Tapi dia tak ingin melukai temannya...

JADI HIME, jangan salah paham tentang Lavi ya. Oke? Btw, comment entri ini yaw!

Jumat, 25 Desember 2009

Tu anak Gak Jelas Bangettt!!

Huiihh..... Ada 1 anak COWOK yg sangat amat teramat mengusik hati dan piiran ku. Sebut aja "Dia". Kita baru ketemu pas aku pertama kali masuk ke Spentum ini. Saat pelajaran B.ing, ada Dia dan 2 anak prempuan lainnya yg juga ada di Lab B.ing itu. Lalu, Pak Alwan menyuruh anak2 untuk memerkenalkan diri kedepan pake B.ing. Kebetulan aku dipilih diklompokku. Maju deh. Berbekal bakat di B.ing dan pengetahuan seadanya, dengan hati dag dig dug aku pun mulai berbicara. Agak grogi soalnya ngomong pake mike. Ya jelas grogi lah. Suara kita jadi bak monster menggelegar membelah dunia.

Lalu, mataku gak sengaja liat ke Dia. Dia juga ngeliat aku. Mata kita kayak ga bisa brenti untuk saling menatap. Tampaknya hatiku dan dia mulai merajut sebuah benang cinta. Yang menghubungkan perasaan ku dengan perasaannya. 

Ceilah! Ngomongnya jadi lebay begindang!!! GAG ENAAAKK!! Yaudah deh Lanjut, ada guru datang. Lantas, aku segera kembali ketempat duduk karena dikacangin ama Pak Alwan yg lagi melayani guru yg datang. Ganggu aja tuh Guru. Orang lagi unjuk gigi jugaa... 

Waktu pun berlalu. Kami mulai saling menyapa. Saling tersenyum. Lalu, aku mulai menyukai senyumannya bak sinar mentari menyinari bumi (pdhl item). Kalo dibayangin aku tuh kyk Bumi dan dia kyk Matahari. Aku Bumi yg "membutuhkan" cahayanya. Kubiarkan sinar hangatnya menyinariku. 

Tapi ternyata..... Dia mulai tidak menampakkan sinarnya padaku. Dia tak mau lagi menyapaku dan tersenyum padaku. Bumi menjadi gelap. Bumi pun menjadi rusak. Aku pun sedih, karena dia tak mau lagi senyum padaku dan menyapaku. Layaknya seperti teman. Padahal aku tak berbuat apa2 padanya. Aku pun melakukan apa yg aku bisa kulakukan untuknya. Tapi nyatanya... Itu tak cukup untuk membuatnya terus mengingatku. Akupun dilupakannya.

HIIHH!!! Tu kan! Dia tuh nyebelin banget! Kamu ga tau gimana rasanya ditinggalkan. Aku seperti dibodohin!! Kalo udah akrab kayak gini, jangan seenaknya ninggalin gitu dong! MATAHARI!!!

Suaraku pun tak sampai kepadanya. Mungkin dia sibuk dengan dunianya sendiri. Mungkin sudah ada org lain yg menarik hatinya. Yaahh.... Kebahagiaan berjalan begitu cepat dan kesedihan berjalan begitu lambat. 

Padahal aku sangat berharap padanya. Tapi ternyata dugaanku salah... (TT ^ TT)

Dan aku pun mulai membencinya. Aku membuang semua memori indah yg penah tertanam didiriku. Dan aku membuangnya. Sama kan? Seperti layaknya dia meninggalkan ku. Sekarang, dia adalah rivalku. Bersama2 kita bersaing untuk menjadi yg terbaik di sekolah. Aku tak peduli lagi dengan cinta. Siapa juga yg butuh cinta? Aku gak butuh! Aku udah kapok! Huekkk!!

Tapi... Bagaimana bisa org kecil sepertiku mampu mengalahkannya? Pasti dia yg menang. Sekeras apapun aku berjuang, aku tak bakal bisa. Ini sudah dari dulu. Aku tuh selalu sial. Padahal aku tak berbuat apa2. Selalu saja org lain yg beruntung. Sepertinya tak ada yg mendukungku.

Sebuah suara yg berat yg serak, memanggil namaku. Seketika, tubuhku sudah tenggelam ke dasar "Jurang Kegelapan". Sunyi... Gelap... Tak ada cahaya sama sekali. Tak ada yg menyadari bahwa aku ada disana. Dan tak ada yg menolongku.

Adakah seseorang akan melepaskanku dari kegelapan yg tak ada habisnya ini? 

Kamis, 10 Desember 2009

Me, and the Sun

Me and the sun. Yeah. Do u know who is the sun?

HE IS THE ONE I LOVE!!

Capek pake bahasa inggris. Lanjut yah? LANJUTKAN!

Uwhhhaaaahhh~ Dia tu keren bangeettt... So coolll... Soo... So gentle....

Hueh. Males deh ngomong gaya lebay. Ganti lagi! Lanjut? LANJUTKAN!!

Ini bermula dari sebuah pertemuan di Lab B. ing. Saat pertama bertemu. Kita seperti sudah....

Connected

Pandangan kita saling bertemu. Saling tatap menatap. Seperti sepasang orang yang sedang jatuh cinta.