GANTENGNYA PACAR KU

GANTENGNYA PACAR KU
Noctis kue Lupisss

Jumat, 25 Desember 2009

Tu anak Gak Jelas Bangettt!!

Huiihh..... Ada 1 anak COWOK yg sangat amat teramat mengusik hati dan piiran ku. Sebut aja "Dia". Kita baru ketemu pas aku pertama kali masuk ke Spentum ini. Saat pelajaran B.ing, ada Dia dan 2 anak prempuan lainnya yg juga ada di Lab B.ing itu. Lalu, Pak Alwan menyuruh anak2 untuk memerkenalkan diri kedepan pake B.ing. Kebetulan aku dipilih diklompokku. Maju deh. Berbekal bakat di B.ing dan pengetahuan seadanya, dengan hati dag dig dug aku pun mulai berbicara. Agak grogi soalnya ngomong pake mike. Ya jelas grogi lah. Suara kita jadi bak monster menggelegar membelah dunia.

Lalu, mataku gak sengaja liat ke Dia. Dia juga ngeliat aku. Mata kita kayak ga bisa brenti untuk saling menatap. Tampaknya hatiku dan dia mulai merajut sebuah benang cinta. Yang menghubungkan perasaan ku dengan perasaannya. 

Ceilah! Ngomongnya jadi lebay begindang!!! GAG ENAAAKK!! Yaudah deh Lanjut, ada guru datang. Lantas, aku segera kembali ketempat duduk karena dikacangin ama Pak Alwan yg lagi melayani guru yg datang. Ganggu aja tuh Guru. Orang lagi unjuk gigi jugaa... 

Waktu pun berlalu. Kami mulai saling menyapa. Saling tersenyum. Lalu, aku mulai menyukai senyumannya bak sinar mentari menyinari bumi (pdhl item). Kalo dibayangin aku tuh kyk Bumi dan dia kyk Matahari. Aku Bumi yg "membutuhkan" cahayanya. Kubiarkan sinar hangatnya menyinariku. 

Tapi ternyata..... Dia mulai tidak menampakkan sinarnya padaku. Dia tak mau lagi menyapaku dan tersenyum padaku. Bumi menjadi gelap. Bumi pun menjadi rusak. Aku pun sedih, karena dia tak mau lagi senyum padaku dan menyapaku. Layaknya seperti teman. Padahal aku tak berbuat apa2 padanya. Aku pun melakukan apa yg aku bisa kulakukan untuknya. Tapi nyatanya... Itu tak cukup untuk membuatnya terus mengingatku. Akupun dilupakannya.

HIIHH!!! Tu kan! Dia tuh nyebelin banget! Kamu ga tau gimana rasanya ditinggalkan. Aku seperti dibodohin!! Kalo udah akrab kayak gini, jangan seenaknya ninggalin gitu dong! MATAHARI!!!

Suaraku pun tak sampai kepadanya. Mungkin dia sibuk dengan dunianya sendiri. Mungkin sudah ada org lain yg menarik hatinya. Yaahh.... Kebahagiaan berjalan begitu cepat dan kesedihan berjalan begitu lambat. 

Padahal aku sangat berharap padanya. Tapi ternyata dugaanku salah... (TT ^ TT)

Dan aku pun mulai membencinya. Aku membuang semua memori indah yg penah tertanam didiriku. Dan aku membuangnya. Sama kan? Seperti layaknya dia meninggalkan ku. Sekarang, dia adalah rivalku. Bersama2 kita bersaing untuk menjadi yg terbaik di sekolah. Aku tak peduli lagi dengan cinta. Siapa juga yg butuh cinta? Aku gak butuh! Aku udah kapok! Huekkk!!

Tapi... Bagaimana bisa org kecil sepertiku mampu mengalahkannya? Pasti dia yg menang. Sekeras apapun aku berjuang, aku tak bakal bisa. Ini sudah dari dulu. Aku tuh selalu sial. Padahal aku tak berbuat apa2. Selalu saja org lain yg beruntung. Sepertinya tak ada yg mendukungku.

Sebuah suara yg berat yg serak, memanggil namaku. Seketika, tubuhku sudah tenggelam ke dasar "Jurang Kegelapan". Sunyi... Gelap... Tak ada cahaya sama sekali. Tak ada yg menyadari bahwa aku ada disana. Dan tak ada yg menolongku.

Adakah seseorang akan melepaskanku dari kegelapan yg tak ada habisnya ini? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar